Categories

Lesson 6

Blog Archive

Follower

Statistik

Sekilas mengenai teknologi Java




Globalisasi informasi dan konvergensi dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan sekarang ini menyebabkan manusia mampu merealisasikan mimpi-mimpi generasi masa lalu. Perangkat keras yang lebih baik --dengan masih mematuhi hukum Moore yang menyatakan bahwa kapasitas microprosessor berlipat dua dengan harga setengahnya setiap 18 bulan --, perangkat lunak yang lebih besar dan kompleks --sekaligus juga mudah dipakai, lebih handal, bahkan gratis untuk Open Source software--,perkembangan jaringan baik itu Internet maupun wireless network dalam fase inflasioner dengan beraneka ragam perangkat keras dan lunak di dalamnya. Semua hal tadi menyebabkan kita harus berhenti untuk berfikir dan merenung sejenak bagaimana kita bisa mengelola kompleksitas yang tinggi dan perubahan yang cepat tersebut.
v   M engapa kita perlu belajar bahasa Java?

Category: 0 komentar

STRETCHING (PEREGANGAN)



Peregangan dan pemanasan merupakan dua hal yang berbeda. Anda dapat melakukan peregangan perlahan-lahan sebelum melakukan pemanasan dalam persiapan anda untuk berlatih. Jika mau, anda mungkin ingin melakukan pemanasan ringan sebelum stretching, seperti menggunakan sepeda, treadmill atau stepper selama satu atau dua menit.
A.    Peregangan Otot Pergelangan Tangan
1.      Berdiri dengan satu tangan lurus ke muka. Salah satu telapak tangan ditarik menghadap ke depan, satu tangan yang lain menahan dan menariknya kembali. Gantian pergelangan tangan satunya lagi.


2.      Berdiri dengan dua tangan lurus ke depan dengan masing-masing jari dirapatkan dan telapak tangan menghadap ke depan. Dorong ke depan. Selain untuk peregangan otot pergelangan tangan, juga untuk otot lengan.

Category: 0 komentar

Amandemen Undang-Undang Dasar 1945



Sebelum diuraikan tentang amandemen terhadap Undang-Undang Dasar 1945 perlu dipaparkan terlebih dahulu tentang kapan dan bagaimana Pasal 37 dibahas dan ditetapkan. Pasal tersebut yang masuk Bab XVI tentang Perubahan UUD, baru dibicarakan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada rapat hari pertama tanggal 18 Agustus 1945. Dalam Rancangan UUD yang di buat oleh BPUPKI tidak tercantum pasal tentang perubahan UUD. Dalam rapat hari pertama itu, anggota Iwa Kusuma Sumantri mengusulkan agar ada pasal tentang perubahan undang-undang dasar.

   Menanggapi usul Iwa Kusuma Sumantri, Ketua PPKI Sukarno mempersilahkan Prof. Supomo berbicara. Menurut Supomo memang harus ada Bab XVI tentang perubahan undang-undang dasar. Ia mengusulkan pasal baru ayat (1) Untuk mengubah undang-undang dasar sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat harus hadir dalam persidangan. Ayat (2) Putusan diambil dengan persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 dari pada jumlah anggota yang hadir (Sumantri,t.tahun: 133-134).

Sejarah Terbentuknya UUD 1945



Bahwasannya konstitusi atau Undang-Undang Dasar dianggap memegang peranan yang penting bagi kehidupan suatu negara, terbukti dari kenyataan sejarah ketika Pemerintah Militer Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Rakyat Indonesia. Sesuai janji Perdana Menteri Koiso yang diucapkan pada tanggal 7 September 1944, maka dibentuklah badan yang bernama Dokuritsu Zyunbi Choosakai (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia/BPUPKI) pada tanggal 29 Arpil 1945 yang diketuai oleh Dr. Radjiman Wedyodiningrat dan Ketua Muda R.P. Soeroso, yang tugasnya menyusun Dasar Indonesia Merdeka (Undang-Undang Dasar). Niat Pemerintah Militer Jepang tersebut dilatarbelakangi kekalahan balatentara Jepang di berbagai front, sehingga akhir Perang Asia Timur Raya sudah berada di ambang pintu. Janji Jenderal Mc Arthur “I shall return” ketika meninggalkan Filipina (1942) rupanya akan  menjadi kenyataan.

Fungsi dan Kedudukan UUD 1945



Undang-undang Dasar bukanlah hukum biasa, melainkan hukum dasar, yaitu hukum dasar yang tertulis. Sebagai hukum dasar, UUD 1945 merupakan sumber hukum tertulis. Dengan demikian setiap produk hukum seperti undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan presiden, ataupun bahkan setiap tindakan atau kebijakan pemerintah haruslah berlandaskan dan bersumber pada peraturan yang lebih tinggi, yang pada akhirnya kesemuanya peraturan perundang-undangan tersebut harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan UUD 1945, dan muaranya adalah Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara
(Pasal 2 UU No. 10 Tahun 2004).

Hambatan dan Tantangan dalam Berideologi Pancasila



Dalam masyarakat majemuk seperti di Indonesia, terdapat potensi konflik yang besar mengingat adanya berbagai nilai-nilai yang dianut oleh berbagai kelompok masyarakat, dan hal ini dapat pula bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Untuk itu perlu diketengahkan di sini hambatan dan tantangan, baik itu dari negar sendiri maupun dari luar negeri.

A.) Hambatan
Hambatan muncul karena adanya perbedaan aliran pemikiran, misalnya:
a.)    Paham individualistis. Negara adalah masyarakat hukum yang disusun atas kontrak semua individu dalam masyarakat. Disini kepentingan harkat dan martabat manusia dijunjung tinggi. Hak kebebasan individu hanya dibatasi oleh hak yang sama yang dimiliki individu lain, bukan oleh kepentingan masyarakat.

Pengertian/ Arti UUD 1945



Yang dimaksud dengan Undang-Undang Dasar 1945 adalah keseluruhan naskah yang terdiri dari Pembukaan dan pasal-pasal (Pasal II Aturan Tambahan). Pembukaan terdiri atas 4 Alinea, yang di dalam Alinea keempat terdapat rumusan
dari Pancasila, dan Pasal-pasal Undang-Undang Dasar 1945 terdiri dari 20 Bab (Bab I sampai dengan Bab XVI) dan 72 pasal (pasal 1 sampai dengan pasal 37), ditambah dengan 3 pasal Aturan Peralihan dan 2 pasal Aturan Tambahan. Bab IV
tentang DPA dihapus, dalam amandemen keempat penjelasan tidak lagi merupakan kesatuan UUD 1945. Pembukaan dan Pasal-pasal UUD 1945 merupakan satu kebulatan yang utuh, dengan kata lain merupakan bagian-bagian yang satu sama lainnya tidak dapat dipisahkan.

Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Nasional



                  Paradigma adalah sebuah atau kerangka dasar yang menjadi landasan suatu kegiatan pemikiran sehingga menentukan metode. Sedangkan pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan menbangun masyarakat Indonesia seluruhnya. Paradigma pembangunan nasional sangatlah penting dan Pancasila sebagai dasar, tujuan dan pedomannya. Pembangunan mencerminkan rangkaian gerak gerak perubahan menuju kepada kemajuan dan kehidupan yang lebih baik. Pembaharuan dilakukan dengan mengembangkan kepribadian bangsa Indonesia sendiri sehingga tidak kehilangan identitas diri bangsa dengan tetap membuka diri terhadap kemajuan yang positif dari bangsa lain terutama kemajuan ilmu pengetehuan dan teknologi. Dengan demikian, pembangunan nasional bertitik tolak pada kemampuan, kemandirian, kebersamaan, keadilan dan kemanfaatan bagi bangsa Indonesia. Kerjasama dengan bangsa atau negara lain dalam tatanan global tetap diperlukan sepanjang tidak menimbulkan ketergantungan dan tetap menjaga identitas diri bangsa, kebebasan dan kemandirian sebagai sebuah bangsa yang merdeka.

Nilai Pancasila


                  Adapun rumusan Pancasila di dalam Alinea IV Pembukaan UUD 1945 adalah sebagai berikut, Ketuhan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hkmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.



a.) Nilai Religius
                  Nilai religius adalah nilai yang berkaitan dengan keterkaitan individu dengan sesuatu yang dianggapnya memiliki kekuatan sakral, suci, agung. Dalam kehidupan sosial dan budaya maka keterkaitannya seseorang dihubungkan dengan pandangan hidup suatu masyarakat atau kehidupan beragama. Butir Pansila yang pertama berbunyi, Ketuhanan yang Maha Esa. Disini dimaksudkan hendaknya Negara Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dengan leluasa. Seganap rakyat hendaknya ber Tuhan secara kebudayaan, yakni dengan tiadanya “egoisme agama” dan hendaknya Nagara Indonesia satu negara yang ber Tuhan.

Metodologi Pancasila



                  Metodologi adalah upaya seseorang untuk mencari jalan atau cara yang tepat dalam suatu kegiatan. Dengan analogi terhadap hal itu, maka kita pun dapat memiliki cara atau pendekatan yang dianggap tepat dan benar dalam memahami Pancasila khususnya yang berkaitan dengan nilai yang muncul dari Pancasila itu.

                   Metode itu antara lain, observasi, verstenhen (pemahaman), interpretasi, teori kritis, dialog, pembaruan multikultural, integrasi, adapatasi, sosialisasi dan seni budaya.

                  Metode observasi digunakan untuk mengamati berbagai gejala yang dialami manusia, khususnya dalam melakukan berbagai tindakan dalam kapasitas dia sebagai makhluk individu, sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pengertian Asal Mula Pancasila



                  Pancasila mamiliki dua pengertian yang pokok, yaitu Pancasila sebagai
 Dasar Negara Republik Indonesia dan Pancasila sebagai Pandangan Hidup
 Bangsa.

Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia
                  Dalam hal ini Pancasila dipergunakan sebagai petunjuk kehidupan sehari-hari (Pancasila diamalkan dalam kehidupan sehari-hari). Dengan kata lain, Pancasila digunakan sebagai petunjuk arah semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan didalam segala bidang. Pancasila sebagai norma fundamental, berfungsi sebagai suatu cita-cita atau ide yang harus diwujudkan menjadi suatu kenyataan. Adapun wujud Pancasila secara konkret merupakan perwujudan Pancasila itu dalam setiap perbuatan. Dilihat dari kedudukannya, Pancasila mempunyai kedudukan yang tinggi, yakni sebagai cita-cita dan pandangan hidup bangsa dan negara republik Indonesia.

makalah Ideologi


Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas karunia-Nya lah kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini.

Sepuluh tahun sudah reformasi berlalu, namun reformasi belum dapat membawa perubahan yang substansional pada kehidupan rakyat Indonesia. Pada makalah ini akan dibahas mengenai suatu permasalahan dasar yang sangat penting untuk dianalisis, yakni Pancasila yang merupakan ideologi bangsa seharusnya dapat ditegakkan agar proses pembangunan nasional yang sesuai dengan reformasi dapat berjalan dengan baik.

Di kesempatan kali ini pula penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini.

Harapan penulis, kiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca untuk dijadikan sebagai bahan referensi dalam mempelajari bahasan ini.

Akhir kata, tak ada gading yang tak retak. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis dengan senang hati akan menerima kritik, saran dan masukan yang membangun



Depok, 13 Oktober 2008
                                                                  
                                                                            Tim penyusun                                             


Ideologi-Ideologi di Asia



Terbentuknya ideologi-ideologi politik di kawasan Asia merupakan reaksi kritis terhadap ideologi kapitalisme, kolonialisme, dan imperialisme barat, sehingga unsur-unsur dalam ideologi-ideologi bangsa Asia ini sarat dengan ide-ide nasionalisme, antikolonialisme dan sangat menekankan ide keadilan social. Untuk mengenal dan memahami ideologi dari kawasan Asia, akan ditampilkan dua ideologi dari Asia untuk mewakili yakni Hind Swaraj (Indian Home Rule) yang digagas oleh Mahatma Gandhi dan Pancasila dari Indonesia.
1.2.1 Hind Swaraj
Hind Swaraj (berasal dari kata Hind yang berarti bangsa India dan Swaraj yang berarti pemerintahan sendiri), adalah ideologi yang digagas oleh Mohandas Karamchand Gandhi (1869-1948). Ia dikenal sebagai Bapak dan Guru bangsa India yang wafat karena ditembak pada tahun 1948.

Pengertian / Arti Ideologi



1.1 Pengertian Ideologi
Secara historis, pengertian ideologi mengalami perubahan dari masa ke masa. Untuk itu, di sini diuraikan pengertian awal ideologi dan perubahan-perubahan makna yang terjadi berikutnya.

Ideologi atau ideologie (dalam bahasa Perancis) pertama kali dikumandangkan oleh Antoine Destutt de Tracy (1754-1836) yang hidup pada masa Revolusi Perancis melihat bahwa ketika Revolusi berlangsung, banyak ide atau pemikiran telah menginspirasikan ribuan prang untuk menguji kekuatan ide-ide tersebut dalam kancah pertarungan politik dan mereka mau mengorbankan hidup demi ide-ide yang diyakini tersebut.

KETERKAITAN ANTARA FILSAFAT, ILMU DAN KEBENARAN



Dari uraian diatas dapat kita lihat bahwa filsafat berkembang demikian luas sejak jaman Yunani kuno sampai dengan jaman modern ini. Pada intinya setiap orang yang berfilsafat berupaya untuk menemukan kebenaran yang hakiki. Untuk menemukan kebenaran ternyata sangat relatif sekali, yaitu tergantung kapasitas ilmu yang dimiliki oleh orang tersebut.
Adapaun persamaan (lebih tepatnya persesuaian) antara ilmu dan filsafat adalah bahwa keduanya menggunakan berfikir reflektif dalam upaya menghadapi/memahami fakta-fakta dunia dan kehidupan, terhadap hal-hal tersebut baik filsafat maupun ilmu bersikap kritis, berfikiran terbuka serta sangat konsern pada kebenaran, disamping perhatiannya pada pengetahuan yang terorganisisr dan sistematis.

PERMASALAHAN FILSAFAT :



1.      Persoalan Filsafat
Ada enam persoalan yang selalu menjadi bahan perhatian para filsuf dan  memerlukan jawaban secara radikal, dimana tiap-tiapnya menjadi salah satu cabang dari filsafat yaitu : ada, pengetahuan, metode, penyimpulan, moralitas, dan keindahan.
a.       Tentang ”Ada”
Persoalan tentang ”äda” ( being ) menghasilkan cabang filsafat metafisika; dimana sebagai salah satu cabang filsafat metafisika sendiri mencakup persoalan ontologis, kosmologi ( perkembangan alam semesta ) dan antropologis ( perkembangan sosial budaya manusia ). Ketiga hal tersebut memiliki titik sentral kajian tersendiri.
b.      Tentang ”Pengetahuan” ( knowledge )
Persoalan tentang pengetahuan ( knowledge ) menghasilkan cabang filsafat epistemologi ( filsafat pengetahuan ). Istilah epistemologi sendiri berasal dari kata episteme dan logos. Episteme berarti pengetahuan dan logos berarti teori. Jadi, epistemologi merupakan salah satu cabang filsafat yang mengkaji secara mendalam dan radikal tentang asal mula pengetahuan, struktur, metode dan validitas pengetahuan.

Mencari Kebenaran



Penalaran merupakan suatu proses penemuan kebenaran di mana tiap-tiap jenis penalaran mempunyai kriteria kebenaran masing-masing.
a)      Definisi Penalaran
Kemampuan menalar menyebabkan manusia mampu mengembangkan pengetahuan yang merupakan rahasia kekuasaan-kekuasaannya. Secara simbolik manusia memakan buah pengetahuan lewat Adam dan Hawa, dan setelah itu manusia harus hidup berbekal pengetahuannya itu. Dia mengetahui apa yang benar dan apa yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk, serta mana yang indah dan mana yang jelek. Secara terus menerus dia selalu hidup dalam pilihan.
Manusia adalah satu-satunya mahluk yang mengembangkan pengetahuan ini sungguh-sungguh. Binatang juga mempunyai pengetahuan, namun pengetahuan ini terbatas untuk kelangsungan hidupnya.  Manusia mengembangkan pengetahuannya mengatasi kebutuhan-kebutuhan kelangsungan hidup ini. Dan memikirkan hal-hal baru, menjelajah ufuk baru, karena dia hidup bukan sekedar untuk kelangsungan hidupnya, namun lebih dari pada itu. Manusia mengembangkan kebudayaan; memberi makna bagi kehidupan; manusia ‘memanusiakan” diri dalam dalam hidupnya. Intinya adalah manusia di dalam hidupnya mempunyai tujuan tertentu yang lebih tinggi dari sekedar kelangsungan hidupnya. Inilah yang membuat manusia mengembangkan pengetahuannya dan pengetahuan ini mendorong manusia menjadi makhluk yang bersifat khas.
Pengetahuan ini mampu dikembangkan manusia disebabkan oleh dua hal utama;
·         Bahasa; manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatar belakangi informasi tersebut.

KEHIDUPAN DAN ALAM



         Manusia yang berfungsi daya nalarnya (akalnya) selain mengenali dirinya sendiri, ia sudah dapat mengenal lingkungannya. Orang-orang yang ada di sekitarnya, demikian pula benda-benda dan peristiwa-peristiwa yang dapat ia lihat dan rasakan, semua itu membentuk dalam benaknya konsep "alam" dan "kehidupan". Konsep ini berkembang menuju suatu kesempurnaan melalui ajaran kepercayaan atau agama yang dianut masyarakatnya terutama orang tuanya, dan melalui pendidikan dan penga¬jaran yang diterimanya kemudian.
         Dewasa ini pengetahuan manusia tentang "alam" sudah sangat luas, dan ilmu serta teknologi sudah sedemikian majunya, seakan-akan manusia sudah mampu menguasai alam raya dengan keberhasilannya menerobos angkasa luar dan memecahkan atom, seandainya tiada gempa bumi hebat yang mengguncang Armenia, angin taufan dahsyat yang menyapu pantai-pantai Amerika dan Jepang, banjir-banjir besar yang melanda Anak Benua India, dan lain-lain bencana alam dan penyakit-penyakit aneh seperti AIDS yang semua itu mempertunjukkan kelemahan kekuasaan dan keterbatasan pengetahuan manusia itu. Sejauh perkem¬bangan yang sudah begitu majunya, kehidupan manusia tetap saja menjadi masalah misterius seperti sediakala.

ILMU DAN KEHIDUPAN



Lahirnya dan berkembangnya Ilmu Pengetahuan telah banyak membawa perubahan dalam kehidupan manusia, terlebih lagi dengan makin intensnya penerapan Ilmu dalam bentuk Teknologi yang telah menjadikan manusia lebih mampu memahami berbagai gejala serta mengatur Kehidupan secara lebih efektif dan efisien. Hal itu berarti bahwa ilmu mempunyai dampak yang besar bagi kehidupan manusia, dan ini tidak terlepas dari fungsi dan tujuan ilmu itu sendiri

Kerlinger dalam melihat fungsi ilmu, terlebih dahulu mengelompokan dua sudut pandang tentang ilmu yaitu pandangan statis dan pandangan dinamis. Dalam pandangan statis, ilmu merupakan aktivitas yang memberi sumbangan bagi sistimatisasi informasi bagi dunia, tugas ilmuwan  adalah menemukan fakta baru dan menambahkannya pada kumpulan informasi yang sudah ada, oleh karena itu ilmu dianggap sebagai sekumpulan fakta, serta merupakan suatu cara menjelaskan gejala-gejala yang diobservasi,  berarti bahwa dalam pandangan ini penekanannya terletak pada keadaan pengetahuan/ilmu yang ada sekarang serta upaya penambahannya baik hukum, prinsip ataupun teori-teori.  Dalam pandangan ini, fungsi ilmu lebih bersifat praktis yakni sebagai disiplin atau aktivitas untuk memperbaiki sesuatu, membuat kemajuan, mempelajari fakta serta memajukan pengetahuan untuk memperbaiki sesuatu (bidang-bidang kehidupan).

Bidang Kajian Dan Masalah-Masalah Dalam Filsafat Ilmu


1
            Bidang kajian filsafat ilmu ruang lingkupnya terus mengalami perkembangan, hal ini tidak terlepas dengan interaksi antara filsafat dan ilmu yang makin intens. Bidang kajian yang menjadi telaahan filsafat ilmu pun berkembang dan diantara para akhli terlihat perbedaan dalam menentukan lingkup kajian filsafat ilmu, meskipun bidang kajian iduknya cenderung sama, sedang perbedaan lebih terlihat dalam perincian topik telaahan. Berikut ini beberapa pendapat akhli tentang lingkup kajian filsafat ilmu :
1.      Edward Madden menyatakan bahwa lingkup filsafat ilmu adalah:
a.       Probabilitas
b.      Induksi
c.       Hipotesis
2.      Ernest Nagel

Pengertian Filsafat Ilmu



            Dilihat dari segi katanya filsafat ilmu dapat dimaknai sebagai filsafat yang berkaitan dengan atau tentang ilmu. Filsafat ilmu merupakan bagian dari filsafat pengetahuan secara umum, ini dikarenakan ilmu itu sendiri merupakan suatu bentuk pengetahuan dengan karakteristik khusus, namun demikian untuk memahami secara lebih khusus apa yang dimaksud dengan filsafat ilmu, maka diperlukan pembatasan yang dapat menggambarkan dan memberi makna khusus tentang istilah tersebut.
            Para akhli telah banyak mengemukakan definisi/pengertian filsafat ilmu dengan sudut pandangnya masing-masing, dan setiap sudut pandang tersebut amat penting guna pemahaman yang komprehensif tentang makna filsafat ilmu, berikut ini akan  dikemukakan beberapa definisi filsafat ilmu :
·         The philosophy of science is a part of philosophy which attempts to do for science what philosophy in general does for the whole of human experience (Peter Caws)

Hubungan Filsafat Dengan Ilmu


1.      
Meskipun secara historis antara ilmu dan filsafat pernah merupakan suatu kesatuan, namun dalam perkembangannya mengalami divergensi, dimana dominasi ilmu lebih kuat mempengaruhi pemikiran manusia, kondisi ini mendorong pada upaya untuk memposisikan ke duanya secara tepat sesuai dengan batas wilayahnya masing-masing, bukan untuk mengisolasinya melainkan untuk lebih jernih melihat hubungan keduanya dalam konteks lebih memahami khazanah intelektuan manusia
Harold H. Titus mengakui kesulitan untuk menyatakan secara tegas dan ringkas mengenai hubungan antara ilmu dan filsafat, karena terdapat persamaan sekaligus perbedaan antara ilmu dan filsafat, disamping dikalangan ilmuwan sendiri terdapat perbedaan pandangan dalam hal sifat dan keterbatasan ilmu, dimikian juga dikalangan filsuf terdapat perbedaan pandangan dalam memberikan makna dan tugas filsafat.

Pembagian/Pengelompokan Ilmu


1.      
Semakin lama pengetahuan manusia semakin berkembang, demikian juga pemikiran manusia semakin tersebar dalam berbagai bidang kehidupan, hal ini telah mendorong para akhli untuk mengklasifikasikan ilmu ke dalam beberapa kelompok dengan sudut pandangnya sendiri-sendiri, namun seara umum pembagian ilmu lebih mengacu pada obyek formal dari ilmu itu sendiri, sedangkan jenis-jenis di dalam suatu kelompok mengacu pada obyek formalnya. Pada tahap awal perkembangannya ilmu terdiri dari dua bagian yaitu :
1.      trivium yang terdiri dari :
a.       gramatika, tata bahasa agar orang berbicara benar
b.      dialektika, agar orang berfikir logis
c.       retorika, agar orang berbicara indah
2.      quadrivium yang terdiri dari :
a.       aritmetika, ilmu hitung
b.      geometrika, ilmu ukur
c.       musika, ilmu musik
d.      astronomis, ilmu perbintangan

FILSAFAT DAN ILMU


1.      Pengertian Ilmu (Ilmu Pengetahuan)
Ilmu  adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu  dibidang (pengetahuan) itu (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
2.      Ciri-Ciri Ilmu (Ilmu Pengetahuan)
Secara umum dari pengertian ilmu dapat diketahui apa sebenarnya yang menjadi ciri dari ilmu, meskipun untuk tiap definisi memberikan titik berat yang berlainan. Menurut The Liang Gie secara lebih khusus menyebutkan ciri-ciri ilmu sebagai berikut :
1.      Empiris (berdasarkan pengamatan dan percobaan)
2.      Sistematis (tersusun secara logis serta mempunyai hubungan saling bergantung dan teratur)
3.      Objektif (terbebas dari persangkaan dan kesukaan pribadi)
4.      Analitis (menguraikan persoalan menjadi bagian-bagian yang terinci)
5.      Verifikatif (dapat diperiksa kebenarannya)

PEMIKIRAN DAN PRODUK FILSAFATI



1.      Sejarah Singkat Filsafat
Sejarah filsafat dapat diperiodisasi ke dalam empat periode (Sudarto. 1996)  yang dikutip oleh Uhar Suharsaputra (2004) yaitu :
a.       Tahap/masa Yunani kuno (Abad ke-6 S.M sampai akhir abad ke-3 S.M)
b.      Tahap/masa Abad Pertengahan (akhir abad ke-3 S.M sampai awal abad ke-15 Masehi)
c.       Tahap/masa Modern (akhir abad ke-15 M sampai abad ke-19 Masehi)
d.      Tahap/masa dewasa ini/filsafat kontemporer (abad ke-20 Masehi)
Sementara itu K. Bertens dalam bukunya Ringkasan Sejarah Filsafat (1976)  yang dikutip oleh Uhar Suharsaputra (2004) menyusun topik-topik pembahasannya sebagi berikut :
a.       Masa Purba Yunani
b.      Masa Patristik dan Abad pertengahan
c.       Masa Modern

Objek Filsafat



Pada dasarnya filsafat atau berfilsafat bukanlah sesuatu yang asing dan terlepas dari kehidupan sehari-hari, karena segala sesuatu yang ada dan yang mungkin serta dapat difikirkan bisa menjadi objek filsafat apabila selalu dipertanyakan, difikirkan secara radikal guna mencapai kebenaran.
Lapangan kerja filsafat itu bukan main luasnya yaitu meliputi segala pengetahuan manusia serta segala sesuatu yang ingin diketahui manusia. E.C. Ewing dalam bukunya Fundamental Questions of Philosophy (1962) yang dikutip oleh Uhar Suharsaputra (2004) menyatakan bahwa pertanyaan-pertanyaan pokok filsafat (secara tersirat menunjukan objek filsafat)  ialah : Truth (kebenaran), Matter (materi), Mind (pikiran), The Relation of matter and mind (hubungan antara materi dan pikiran), Space and Time (ruang dan waktu), Cause (sebab-sebab), Freedom (kebebasan), Monism versus Pluralism (serba tunggal lawan serba jamak), dan God (Tuhan)

Ciri-Ciri Filsafat



Bila dilihat dari aktivitasnya filsafat merupakan suatu cara berfikir yang mempunyai karakteristik tertentu. Sementara itu Sidi Gazalba (1976) yang dikutip oleh oleh Uhar Suharsaputra (2004) menyatakan bahwa ciri ber-Filsafat atau berfikir Filsafat adalah : radikal, sistematik, dan universal. Radikal bermakna berfikir sampai ke akar-akarnya (Radix artinya akar), tidak tanggung-tanggung sampai dengan berbagai konsekwensinya dengan tidak terbelenggu oleh berbagai pemikiran yang sudah diterima umum, Sistematik artinya berfikir secara teratur dan logis dengan urutan-urutan yang rasional dan dapat dipertanggungjawabkan, Universal artinya berfikir secara menyeluruh tidak pada bagian-bagian khusus yang sifatnya terbatas.
Sementara itu menurut Sudarto (1996) yang dikutip oleh Uhar Suharsaputra (2004) menyatakan bahwa  ciri-ciri berfikir Filsafat adalah :
a.       Metodis : menggunakan metode, cara, yang lazim digunakan oleh filsuf (ahli filsafat) dalam proses berfikir

Pengertian / arti Filsafat


A.    FILSAFAT

Filsafat , philosophy, dalam bahasa Inggeris, atau philosophya dalam Yunani mempunyai arti cinta akan kebijaksanaan. Philos (cinta) atau philia (persahabatan, tertarik kepada) dan sophos (kebijaksanaan, pengetahuan, keterampilan, pengalaman praktis, inteligensi. Secara etimologi, filsafat berarti kecintaan terhadap kebijaksanaan. Filsuf atau filosof berarti orang yang cinta akan kebijaksanaan. Kata “kebijaksanaan” dalam pengertian filsafat umumnya adalah “kebenaran sejati”. Sehingga filsafat diartikan sebagai suatu tindakan berpikir yang menggunakan akal budi untuk mencari dan menemukan kebenaran hakiki.
Dari pengertian tersebut filsafat sebenarnya amat dekat dengan realitas kehidupan kita. Untuk mengerti apa filsafat itu, orang perlu menggunakan akal budinya untuk merenungkan relaitas hidupnya, “apa itu hidup? Mengapa saya hidup? Akan kemana saya hidup? Tentunya pertanyaan tersebut sejatinya muncul alamiah bila akal budi kita dibiarkan bekerja. Persoalannya, apakah orang atau peminat filsafat sudah membiarkan akal budinya bekerja dengan baik memandang relaitas? Aristoteles menyebut manusia sebagai “binatang berpikir”.

Makalah Filsafat


BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG

Pengetahuan dimulai dengan rasa ingin tahu, kepastian dimulai dengan rasa ragu-ragu, dan berfilsafat dimulai dengan kedua-duanya. Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang belum kita tahu. Berfilsafat berarti berendah hati bahwa tidak semuanya akan pernah kita ketahui dalam kesemestaan yang tak terbatas ini. Demikian juga berfilsafat berarti mengkoreksi diri, semacam keberanian untuk berterus terang, seberapa jauh sebenarnya kebenaran yang dicari telah kita jangkau.

Ilmu merupakan pengetahuan yang kita gumuli sejak kita lahir sampai kita meninggal. Berfilsafat tentang ilmu berarti kita berterus terang pada diri kita sendiri, apakah sebenarnya yang saya ketahui tentang ilmu?apakah ciri-ciri yang hakiki yang membedakan ilmu dari pengetahuan-pengetahuan lainnya yang bukan ilmu?bagaimana saya ketahui bahwa ilmu merupakan pengetahuan yang benar?kriteria apa yang kita pakai dalam menentukan kebenaran ilmu?mengapa kita mesti mempelajari ilmu?dan seterusnya.

PROBLEMATIKA DALAM ORGANISASI



Setiap organisasi (pendidikan) apapun tentu memiliki problematika yang harus diselesaikan dengan cepat, tepat, cermat, dan bijaksana.
Adapun jenis permasalahan yang dihadapi suatu organisasi dapat digolongkan sebagai berikut.
(1) Jenis masalah berdasarkan kriteria tugas
(2) Jenis masalah berdasarkan kriteria fungsi
(3) Jenis masalah berdasarkan kriteria susunan organisasi
(4) Jenis masalah berdasarkan kriteria eselon organisasi
Kompleksitas masalah tersebut di atas dapat dikategorikan ke dalam (1) masalah yang sederhana, dan (2) masalah yang rumit.
Masalah yang sederhana bercirikan (1) kecil, (2) berdiri sendiri, (3) kurang atau tidak berpautan dengan masalah lain, (4) tidak mengandung konsekuansi yang besar dan (5) pemecahannya tidak memerlukan pemikiran yang luas dan mendalam.
Pemecahan masalah sederhana ini biasanya dapat dilakukan secara individual oleh seorang pimpinan. Teknik pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah sederhana ini pada umumnya dilakukan atas dasar (1) intuisi, (2) pengalaman, (3) kebiasaan, (4) wewenang yang melekat pada jabatan.
Adapun masalah yang rumit adalah masalah yang bercirikan (1) masalahnya besar, (2) tidak berdiri sendiri, (3) berkaitan dengan masalah lain, (4) mengandung
konsekuensi besar, dan (5) pemecahannya memerlukan pemikiran yang luas dan mendalam.

Keterampilan pribadi dalam pengambilan keputusan



Bawahan harus banyak berperan aktif (dilibatkan) dalam pengambilan keputusan, sekalipun “palu” ada pada pimpinan (kepala). Mengapa demikian? Jawabannya adalah (1) bawahan sebagai sumber informasi dan data, (2) bawahan sebagai persiapan pelaksanaan, dan (3) bawahan sebagai kritikus.
Proses pengambilan keputusan dapat dianggap dimulai pada saat seorang pimpinan menyadari adanya suatu masalah yang perlu dipecahkan dan berakhir pada saat ia menggerakkan bawahannya untuk melaksanakan keputusan yang telah diambil.

KEPEMIMPINAN DALAM PENDIDIKAN



A. PENDAHULUAN
Setiap orang adalah pemimpin. Setiap pemimpin tentu memiliki pribadi dan kepemimpinan. Inti dari kepemimpinan adalah pengmbilan keputusan. Oleh karena itu, seorang pemimpin yang ragu-ragu di dalam mengambil keputusannya pun akan ragu-ragu pula.
Demikian pula dalam organisasi dan management pendidikan, baik di tingkat atas, menengah maupun bawah senantiasa dihadapkan pada masalah pengambilan keputusan yang harus ditetapkan secara profesional dan proporsional.
Ada beberapa konsep pengambilan keputusan yang harus diperhatikan oleh seorang pemimpin pendidikan misalnya ketika ia harus mengambil sebuah keputusan yaitu sebagai berikut.
1. Kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi keputusan, mencakup:
a. Dinamika individu di dalam organisasi
b. Dinamika kelompok di dalam organisasi
c. Dinamika lingkungan di dalam organisasi

Mikroprocessor 8-bit Zilog-z80



Microprocessor z80 adalah CPU 8-bit engan 6bit bus alamat yang dapat diakses dengan 64K memory. Dia memiliki 252 pangkal bahasa dan sebagai awalan 4-bit penyimpana, mengakses 308 instruksi tambahan. Z-80 dimodel setelah 8088 dan berisi78-8088 opcodes sebagai subset bahasa tersebut.Keistimewaan programnya termasuk sebuah akumulator dengan enam delapan bit register yang diasang sebagai 3-16 bit register.Sbg tambahan untuk register umum, sebuah tumpukan pointer, program-counter, dan dua index(memory pointer)register dikembangkan, ketika tidak pada kelompok yang sama seperti 80486atau 68000series, z80 berbeda, dia berguna untuk biaya aplikasi kontrol yang rendah. 1 diantara keistimewaannnya adalah dibangun pada rangkaian refresh untu kemudahan design dengan DRAMs.Z80 datang pada sebuah paket pin40 DIP. Dia diproduksi dalam model A,B dan C, hanya berbeda pada maximum clock speednya.Dia juga diproduksi sebagai mikrokontroller yang bias berdiri sendiri dengan bermacam konfigurasi pada chip RAM dan EPROM.
Category: 0 komentar

Pena-Pena Mikrokontroler 8031



Susunan Pena-Pena Mikrokontroler 8031 diperlihatkan pada gambar dibawah ini dengan penjelasan dari masing-masing Pena sebagai berikut:
a. Pena 1 sampai 8(Port 1) merupakan port pararel 8 bit dua arah (bidirectional) yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan (general purpuse).
b. Pena 9 (Reset) adalah masukan reset (aktif tinggi).Pulsa transisi dari rendah ke tinggi akan me-reset 8031.Pena ini dihubungkan dengan rangkaian power on reset.
c. Pena 10 sampai 17 (Port 3) adalah port pararel 8 bit dua arah yang memiliki fungsi pengganti.Bila fungsi pengganti tidak dipakai,pena-pena ini dapat digunakan sebagai port pararel 8 bit serbaguna.
d. Pena 18 (XTAL 1) adalah pena masukan ke rangkaian osilator internal.Sebuah osilator kristal atau sumber osilator luar dapat digunakan.
e. Pena 19 (XTAL 2) adalah pena keluaran ke rangkaian osilator internal.Pena ini dipakai bila menggunakan osilator kristal.
f. Pena 20 (Ground) dihubungkan ke Vss atau ground.
g. Pena 21 sampai 28 (Port 2) adalah port pararel 2 (P2) selebar 8 bit dua arah (bidireectional).Port 2 ini menggirimkan byte alamat bila dilakukan pengaksesan memori eksternal.
h. Pena 29 adalah pena PSEN (program store enable) yang merupakan sinyal pengontrol yang membolehkan program memori eksternal masuk kedalam bus selama proses pemberian/pengambilan instruksi.
i. Pena 30 adalah pena ALE (Address Latch Enable) yang digunakan untuk menahan alamat memori eksternal selama pelaksanaan interuksi.
j. Pena 31 (EA).Bila pena ini diberi logika tinggi (H),mikrokontroler akan melaksanakan instruksi dari ROM/EPROM ketika isi program counter kurang dari 4096.Bila diberi logika rendah (L),mikrokontroler akan melaksanakan seluruh instruksi dari memori program luar.
k. Pena 32 sampai 39 (Port 0) merupakan port pararel 8 bit open drain dua arah.Bila digunakan untuk mengakses memori luar,port ini akan memultipleks alamat memori dengan data.
l. Pena 40 (Vcc) dihubungkan ke Vcc (+5 volt).
Category: 0 komentar

Mikrokontroler 8031



Mikrokontroler 8031 tidak memiliki ROM maupun EPROM di dalamnya,Karena itu digunakan EPROM luar yang berhubungan dengan mikrokontroler melalui port paralelnya.
Alamat dan data dimultipleks pada port 0,dibutuhkan IC 74LS373 sebagai address latch (penahan alamat).Untuk system yang kecil kombinasi 8031 dengan EPROM lebih murah dibandingkan menggunakan 8751.
Hubungan 8031 dengan EPROM
Mikrokontroler 8031 memiliki sejumlah keistimewaan sebagai berikut:
a. Sebuah CPU (Central Processing Unit) 8 bit yang termasuk keluarga MCS-51.
b. Osilator internal dan rangkaian pewaktu.
c. RAM internal 128 byte (on chip).
d. Empat buah programmable port I/O,masing-masing terdiri atas 8 buah jalur I/O.
e. Dua buah timer/conter 16 bit.
f. Lima buah jalur interupsi (2 buah interupsi eksternal dan 3 buah interupsi internal).
g. Sebuah port serial dengan kontrol serial full duplex UART.
h. Kemampuan melaksanakan operasi perkalian,pembagiandan operasi Boolean.
i. Kecepatan pelaksanaan interuksi per siklus 1 mikrodetik pada frekuensi clokc 12 MHz.
Dengan keistimewaan diatas pembuatan alat menggunakan 8031 menjadi lebih sederhana dan tidak memerlukan IC pendukung yang banyak.Boleh dikatakan mikrokontroler Intel 8031 ini mempunyai keistimewaan dari segi perangkat keras.

Category: 0 komentar

Keluarga MCS-51



Tabel dibawah ini memperlihatkan anggota keluarga mikrokontroler MCS-51.Dari table tersebut dapat dilihat bahwa mikrokontroler 8031 merupakan versi tanpa EPROM dari mikrokontroler 8051.

Mikrokontroler 8051 mempunyai dua saudara dekat yaitu mikrokontroler 8751 dan mikrokontroler 8031.Mempunyai kemenakan yaitu mikrokontroler 8052.Semua tipe berisi CPU yang sama,RAM,caunter/timer,port pararel,dan port serial.Mikrokontroler 8051 memiliki ROM 4 kbyte yang harus diisi saat pembuatannya (sehingga program tidak dapat diganti).Pada 8751 ROM digantikan oleh EPROM sehingga kita dapat memrogramnya.Mikrokontroler 8031 tidak memiliki ROM/EPROM di dalamnya sehingga digunakan EPROM luar untuk menyimpan programnya.
Dalam buku ini dipilih mikrokontroler 8031 karena kemudahan dalam mengisi programnya.Kita hanya perlu mengisikan program ke dalam EPROM.Jika terjadi kesalahan program dalam EPROM dapat diganti.Disamping itu ,mikrokontroler 8031 berharga murah dan mudah didapat.
Category: 0 komentar

MIKROKONTROLER 8031



Pendahuluan
Adalah sangat penting mngetahui perbedaan antara mikrokomputer, mikroprosesor dan mikrokontroller. Suatu mikroprosesor adalah bagian CPU dari sebuah komputer , tanpa memori, I/O, dan prifer yang dibutuhkan oleh suatu sistim lengkap. Sebagai contoh , 8088 dan 80X8 adalah suatu mokroprosesor. Untuk dapat bekerja, mikroprosessor membutuhkan perangkat pendukung yang dapat berupa RAM, ROM, dan I/O.
Bila sebuah mikroprosesor dikombinasikan dengan I/O dan memori, akan dihasilkan mikrokomputer. Pada kenyataannya mengkombinasikan CPU dengan memori dan I/O dapat juga dilakukan dalam level chip yang menghasilkan single chip mikrokomputer untuk membekannya dengan mikrokomputer. Untuk selanjutnya, SCM disebut dengan mikrokontroler.
Perbedaan yang menonjol antara mikrokomputer seperti IBM PC dibanding dengan SCM adalah pada penggunaan perangkat I/O dan juga media penyimpanan program. IBM PC menggunakan disket atau tape sebagai media penyimpanan sementara mikrokontroler menggunakan EPROM sebagai media penyimpan programnya.
Diantara keuntungan pemakaian mikrokontroller disbanding mikroprosesor adalah pada mikrokontroler sudah terdapat RAM dan peralatan I/O pendukung sehingga tidak perlu menmbahkannya.
Data
Category: 0 komentar

10 cara sehat untuk mencerdaskan otak



1.Makan multivitamin,
2.Makan vitamin anti oksidan
3.Makanlah makanan yang mengadung anti oksidan dengan kadar yang tinggi
.4.Minum Teh
5. Hindari Lemak yang buruk
6. Ambilah minyak ikan yang mengandung OMEGA 3
7. Hati-hati dengan gula dan karbohidrat
8. Batasi Kalori dan turunkan berat badan,
9. Hindari stress, dan berolah raga
10.Hindari rokok

Macam-macam kecerdasan



  1. Kecerdasan Verbal merupakan salah satu bagian dari multi kecerdasan yang disebutkan oleh Gardner, orang yang memiliki kecerdasan verbal yang tinggi tidak saja mampu mengolah kata-kata dengan efektif tapi  juga mampu menginterprestasikan sesuatu yang tersurat dengan baik.
  2. Kecerdasan Intrapersonal, memahami diri sendiri , mengenali kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri sendiri, dia tidak akan mau melakukan sesuatu diluar batas kemapuannya. Kesuksesan juga ditentukan oleh bagaimana kita mengenal diri sendiri;
  3. Kecerdasan Interpersonal, merupakan suatu kemampuan untuk membina hubungan dengan orang lain, kesuksesan berawal dari langkah tersebut.
  4. Kecerdasan naturalis, kecerdasan ini memberikan kemampuan kita mengenali segala macam benda yang mati dan hidup. Guna mencapai tujuan dan kesuksesan kita. Contohnya yang sederhana , film Mc Giver , seorang yang dapat menggunakan alat sekitar yang sederhana untuk memcari jalan menyelamatkan diri.

TEORI LATIHAN



  1. Asosiasi persamaan dan perbedaan ditujukan untuk meningkatkan fungsi kreativitas otak dan kecerdasan verbal, fungsi ini penting dilatih tiap hari, sehingga otak selalu berfikir, jawaban yang lucu juga tidak dilarang selama masih ada logikanya. Jangan takut berimajinasi.
  2. Daya Ingat, merupakan hal yang penting bagi semua orang, bahkan keluhan dari kebanyakan  adalah masalah daya ingat yang menurun, latihan ini akan menguji daya ingat terbaru/recent memory. Kemampuan daya ingat ditentukan antara lain bagaimana kita menyimpanm bagaimana, otak memanggil kembalim fakto atensi, konsentrasi.
  3. Koordinasi merupakan salah satu fungsi oleh otak kecil, dengan latihan ini secara tidak langsung kita, menstimulasi otak kecil.
  4. Stereognosis, merupakan kemampuan mengenal bentuk benda melalui perabaan. Dan kemampuan ini tiap orang berbeda

Latihan Otak Dengan Optimalisasi Fungsi dengan Metode Fritx’s Brain




            TIM POWER BRAIN INDONESIA mengeluarkan buku bagaimana kita dapat melatih otak kita mininal 10 menit dalam sehari selama 30 hari dengan metode Frits”Brain,(2005), antara lain dibab ini akan disebutkan beberapa latihan, yang dilakukan tiap hari.

A. Latihan mengolah otak
Hari 1
Latihan asosiasi persamaan
Buatlah asosiasi persamaan dari kata-kata : tiang listrik – ban mobil, (karena keduanya memiliki elemen logam), petunjuk: umur 5 -10 tahun : cukup menjawab 8 jawaban , umur 10 – 15 tahun : cukup dengan 10 jawaban, diatas > 15 tahun , cukup dengan 12 jawaban
Hari 2
Latihan Asosiasi perbedaan, contoh kata-kata: laki-laki , perempuan, pentunjuk sama seperti diatas.
Hari 3

Law of Attaction




Law of attraction sebuah teori yang dirangkum dari buku yang berjudul secret karangan Rhonda Byrne, dalam buku yang menjadi best seller tersebut dikatakan  jika berfikiran baik maka pikiran itu akan memancar keseluruh alam semesta dan kembali lagi kepada kita dalam bentuk kenyataan, begitu pula ketika mengeluh akan hidup kita dan menyatakan tidak, maka pengaruh negatip akan menarik kearah kita, itu lah yang disebut  hukum gaya tarik, ketika kita berpikiran positif maka yang positif akan mempengaruhi kehidupan kita. Kekuatan berfikir mempengaruhi alam semesta. Secara ilmiah pikiran positif mempunyai kehebatan yang luar biasa, kita harus menikmati hidup dan pikiran kita, kita pencipta pikiran kita sendiri, kita hidup didunia ini semua yang ada yang disekeliling kita, bahwa kita menarik apapun yang ada dipikiran kita, pikiran mempengaruhi emosi kita, ada perasaan negatip seperti marah, cemburu, dendam , kebencian,  ini disebut getaran yang negatif, apa yang kita pikirkan itu yang akan berbalik kekita, kita kan mendapatkan apa yang kita rasakan. Gaya berfikir kita mempengaruhi orang lain dan sekitar kita, alam semesta bereaksi dengan pikiran kita, apa yang kita pikirkan dan yang kita rasakan, Winston Churchill (1874-1965) mengatakan  anda menciptakan alam semesta sendiri sepanjang perjalanan hidup anda, “ you create your own universe as you go along .

Fungsi dan Gangguan Cerebral





Lobus Serebral
Fungsi
Gangguan
Frontal







Temporal






Parietal
  Dominan






   Non Dominan




Oksipital
Penilaian
Kepribadian bawaan

Keahlian Mental Kompleks
   Abstraksi , membuat konsep , memperkirakan masa depan

Memori pendengaran
Memori kejadian yang baru terjadi
Daerah auditorius primer yang mempengaruhi kesadaran


Bicara
Berhitung (matematika)

Topograhi kedua sisi tubuh



Kesadaran sensorik
Sintesis ingatan yang kompleks


Memori visual penglihatan
Gangguan Penilaian
Gangguan Penampilan diri dan kebersihan diri
Gangguan Afek
Gangguan proses fikir
Gangguan fungsi motorik


Gangguan memori kejadian yang baru terjadi
Kejang Psikomotor
Tuli




Afasia
Agrafia
Akalkulia
Agnosia
Gangguan sensorik (bilateral)

Disorientasi
Distorsi Konsep Ruang
Hilang kesadaran sisi tubuh yang berlawanan

Defisit penglihatan dan buta