Categories

Lesson 6

Blog Archive

Follower

Statistik

LAPORAN KEUANGAN


Seperti telah diuraikan pada Bab 1 dan 2, bahwa tujuan akhir akuntansi keuangan adalah untuk mewajibkan laporan keuangan, sebagai informasi ekonomi bagi pihak-pihak yang memerlukan. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa: “Laporan Keuangan adalah laporan yang dirancang untuk para pembuat keputusan, baik didalam maupun diluar perusahaan, mengenai posisi keuangan dan hasil usaha perusahaan”.

A.     TUJUAN
Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI) tahun 1984, tujuan laporan keuangan dapat dinyatakan sebagai berikut :
1.       Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva dan kewajiban serta modal suatu perusahaan.
2.       Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam aktiva netto (aktiva dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari kegiatan usaha dalam rangka memperoleh data.
3.       Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan dalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
4.       Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva dan kewajiban suatu perusahaan, seperti informasi mengenai aktivitas pembiayaan dan investasi.
5.       Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan, seperti informasi mengenai kebijakan akuntansi yang dianut perusahaan.


B.     SYARAT-SYARAT LAPORAN
Agar informasi keuangan dapat bermanfaat, harus memenuhi syarat sebagai berikut :
1.       Relevan, artinya informasi yang disajikan harus ada hubungan dengan pihak-pihak yang memerlukan utnuk pengambilan keputusan.
2.       Dapat dimengerti artinya bahwa laporan keuangan harus disajikan secara jelas dan mudah dipahami oleh para pemakainya.
3.       Daya uji, artinya bahwa laporan keuangan yang disusun berdasarkan konsep-konsep dasar akuntansi dan prinsip-prinsip akuntansi yang dianut, sehingga dapat diuji kebenarannya oleh pihak lain.
4.       Netral, artinya bahwa laporan keuangan yang disajikan bersifat umum, objektif dan tidak memihak pada kepentingan pemakai tertentu.
5.       Tepat waktu, artinya bahwa laporan keuangan harus disajikan sedini mungkin untuk dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi dan untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan tersebut.
6.       Daya banding, artinya bahwa laporan keuangan dapat diadakan baik antara laporan perusahaan dalam tahun tertentu dengan tahun sebelumnya atau laporan keuangan perusahaan tertentu dengan laporan keuangan perusahaan lain pada tahun yang sama.
7.       Lengkap, artinya bahwa laporan keuangan yagn disusun meliputi semua data akuntansi keuangan dan memenuhi syarat-syarat tersebut diatas serta tidak menyesatkan pembaca.

C.     JENIS LAPORAN KEUANGAN
Laporan Keuangan meliputi :
1.       Neraca
2.       Laporan Rugi – Laba
3.       Laporan Perubahan Posisi Keuangan
4.       Catatan atas Laporan Keuangan.

Pada buku I hanya akan dibahas tentang Neraca, Laporan Rugi – Laba dan Laporan perubahan Modal, sedang Laporan perubahan Posisi keuangan akan dibahas pada buku III.

1.       Neraca (Balance Sheet)
Neraca adalah laporan keuangan yang disusun secara sistematis yang menggambarkan posisi keuangan pada suatu saat tertentu yang terdiri dari Harta, Hutang dan Modal.
a.       Unsur/ Komponen Neraca :
Harta / Aktiva, terdiri dari :
      Harta lancar
Investasi
      Harta tetap
Harta tidak berwujud
Harta lain-lain.
Hutang / Pasiva / kewajiba, terdiri atas:
      Hutang lancar / jangka pendek
      Hutang jangka panjang
      Hutang lain-lain.
Modal terdiri atas :
      Modal ……. (nama pemilik) untuk perusahaan perseorangan/ persekutuan
      Modal saham, (untuk perusahaan bentuk PT)
      Modal ditahan, (untuk perusahaan bentuk PT)
      Simpanan Pokok, (untuk koperasi)
      Dana Cadangan, (untuk koperasi)

b.      Penyajian Unsur /Komponen Neraca
Penyajian komponen-komponen neraca lazimnya sesuai dengan klasifikasi sebagai berikut :
1)       Harta/ Aktiva diklasifiakasikan menurut urutan likuiditas.
a)       Harta lancar disusun berdasarkan urutan likuiditas dari yang paling lancar ke yang kurang lancar.
b)       Harta tetap dari unsur umur pemakaian yaitu sejak umur yang paling lama semapai dengan umur yang tidak lama atau dari tanah sampai dengan peralatan.
2)       Hutang diklasifikasikan menurut urutan jatuh tempo, dari yang berjangka pendek ke yang berjangka panjang.
3)       Modal diklasifiaksikan berdasarkan sifat kekekalannya.
4)       Perkiraan Lawan (Contra Account), disajikan sebagai unsur pengurang atas pos neraca yang bersangkutan, sebagai contoh, akumulasi penyusutan disajikan sebagai pengurang terhadap jumlah aktiva tetap.
5)       Dalam menyusun neraca harus dituliskan judul/ kepala yang memuat Nama Perusahaan, nama laporan dan tanggal Neraca.

c.       Bentuk Neraca
Neraca dapat disusun dalam bentuk :
1)       Bentuk rekening/ Skontro (Account Form)
Dalam bentuk ini mempunyai dua sisi, yaitu sisi debet, untuk merinci harta/ aktiva, dan sisi kredit,
2)       Bentuk laporan (Report Form)
Dalam bentuk ini susunan Harta, Hutang dan modal disusun berturut-turut dari atas ke bawah.



Contoh :
1. Neraca bentuk Rekening/ Skontro/ Account Form
                 

2. Neraca Bentuk Laporan/ Report Form


2.       Laporan Rugi – Laba (Profit and Loss Statement)
Laporan rugi-laba adalah suatu laporan keuangan yang memberikan informasi keberhasilan yang dicapai atau kegagalan yang menimpa suatu perusahaan, didalam menjalankan usahanya selama jangka waktu (periode) tertentu, yang dinilai dengan jumlah satuan uang.
Rugi atau laba perusahaan dapat dihitung dengan membandingkan antara jumlah beban selama satu periode akuntansi.
Dalam penyusunan laporan rugi-laba perlu ditulis judul laporan, yang memuat nama Perusahaan, nama laporan dan periode laporan tersebut.
a.       Unsur-unsur laporan Rugi – Laba
1)       Pendapatan yaitu semua pendapatan yang diperoleh selama satu periode akuntansi.
2)       Biaya/ beban yaitu semua biaya dan beban yang dikeluarkan selama periode akuntansi.

b.      Bentuk laporan Rugi – Laba
1)       Bentuk Single Step yaitu semua pendapatan digabungkan menjadi satu kelompok, kemudian dua kelompok tersebut diselesaikan.
Jika jumlah pendapatan lebih besar dari jumlah beban, menghasilkan laba bersih.
Jika jumlah pendapatan lebih kecil dari jumlah beban, menghasilkan rugi berish.

Contoh
Laporan Rugi Laba (Bentuk Single Step)

2)       Bentuk Multiple Step/ Bertahap yaitu bentuk laporan rugi-laba yang disusun dengan cara memisahkan pendapat maupun beban dalam kelompok operasional dan non operasional.
Dalam bentuk ini, penyajian bagian pertama adalah rincian pendapatan operasional kemudian bagian kedua rincian beban operasional.
Dengan membandingkan dua bagian tersebut diperoleh laba/ rugi operasional/ usaha pokok.
Bagian ketiga adalah rincian pendapatan dan beban non operasional. Hasil dari kelompok ketiga digabung dengan laba/ rugi operasional diperoleh laba/ rugi bersih.








Contoh :
Laporan Rugi-Laba (Bentuk Multiple Step)

3.       Laporan Perubahan Modal (Cpital Statement)
Laporan perubahan modal adalah suatu laporan atau informasi yang menggambarkan perubahan yang terjadi atas modal pada suatu periode. Dalam menyusun laporan perubahan modal perlu dituliskan judul laporan, yang memuat nama perusahaan, nama laporan, dan periode laporan tersebut.
a.       Unsur-unsur laporan perubahan modal
o   Modal awal yaitu modal yang ditanamkan/ yang ada pada awal periode akuntansi.
o   Saldo laba/ rugi pada periode yang bersangkutan.
Laba akan menambah modal, sedangkan rugi akan mengurangi modal
o   Pengambilan atau setoran pemilik
Jika ada pengambilan berarti modal berkurang dan jika ada penyetoran berarti modal bertambah.









            Contoh 1. (untuk perusahaan perseorangan)




Contoh 2. (untuk Perubahan berbentuk PT/ Perseroan Terbatas, dinamakan laba ditahan)

0 komentar:

Posting Komentar